Pakar Politik AS Jerry Massie: Konflik Iran–Amerika Serupa Langit dan Bumi

Porosdemokrasi – Konflik militer antara Amerika Serikat bersama Israel melawan Republik Islam Iran makin menguat dan berubah dari ketegangan diplomatik menjadi bentrokan berskala besar. Menanggapi eskalasi ini, Jerry Massie, MA, Ph.D, Direktur P3S dan pakar politik Amerika, menyatakan bahwa dinamika perang ini ibarat “langit dan bumi” dalam kekuatan dan konsekuensi strategisnya.

Dalam wawancara dengan wartawan pada Rabu (4/3), Massie menyoroti kombinasi kekuatan militer AS–Israel yang telah mengubah peta konflik.

“Dengan dukungan pesawat tempur canggih seperti B-2 Spirit dan F-22 Raptor, serta kehadiran kapal induk USS Gerald R. Ford dan USS Abraham Lincoln di Teluk Persia, tekanan militer terhadap Iran sangat besar,” kata Massie.

Serangan udara yang dilancarkan sejak 28 Februari telah menghantam ratusan target strategis di Iran, termasuk infrastruktur militer utama dan sistem pertahanan udara. Laporan independen menyebut ratusan warga tewas dalam gelombang serangan terbaru.

Massie menilai kemungkinan konflik ini bisa “menggelinding ke tingkat yang lebih luas,” termasuk potensi peran negara lain dalam mendukung blok yang berseberangan. “Jika negara seperti Rusia atau China memilih terlibat langsung, risiko eskalasi global memang ada,” ujarnya, meskipun saat ini belum ada bukti keterlibatan militer langsung dari kedua negara tersebut.

Dia juga menyebut bahwa sebagian besar sekutu Barat AS, serta negara-negara Teluk seperti Qatar, UAE, dan Arab Saudi, telah menunjukkan dukungan politik maupun militer bagi koalisi yang dipimpin Washington dan Tel Aviv. Di sisi lain, kelompok militan yang berafiliasi dengan Iran, seperti Hezbollah di Lebanon dan milisi Houthi di Yaman, semakin aktif menyerang posisi lawan.

Massie membandingkan latar konflik saat ini dengan operasi militer sebelumnya, termasuk terhadap Venezuela, dan menyatakan bahwa salah satu aspek penting dibalik eskalasi ini adalah kendali atas jalur energi global. Iran telah menutup Selat Hormuz, jalur transit krusial bagi ekspor minyak dari Teluk, yang langsung mempengaruhi pasar energi dunia.

Soal politik domestik AS, Massie mencatat bahwa tindakan Presiden Donald Trump dalam konflik ini memicu perdebatan sengit di Capitol Hill, dengan sejumlah anggota parlemen menyuarakan kritik terhadap pendekatan administrasi dalam penggunaan kekuatan militer tanpa mandat kongres yang jelas.

“Ini bukan hanya soal ukuran militer. Dampaknya jauh melampaui itu. Kita sedang menyaksikan perubahan besar dalam tatanan geopolitik,” tutup Massie.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *