Poros Demokrasi Jakarta – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, melontarkan kritik keras kepada Menteri Investasi Bahlil Lahadalia terkait pernyataannya bahwa pemulihan listrik di Aceh Tamiang telah tuntas. Jerry meminta agar Presiden Prabowo Subianto tidak menerima informasi yang keliru dari pembantunya sendiri.
Jerry mengatakan laporan ke Presiden yang menyebut listrik menyala seluruhnya bertolak belakang dengan fakta lapangan, di mana warga masih mengalami pemadaman hingga sepuluh hari setelah insiden terjadi. Ia menilai kondisi tersebut sangat merugikan aktivitas masyarakat, terutama ekonomi, kesehatan dan pendidikan, ungkapnya saat memberikan keterangan 10 Desember 2025.
Jerry juga menyinggung sejumlah kebijakan yang menurutnya bermasalah. Perpres Nomor 61 Tahun 2024 yang membatasi impor BBM oleh SPBU swasta dan mewajibkan pasokan melalui Pertamina dinilai memicu ketergantungan distribusi.
Selain itu, pengaturan penyaluran LPG 3 kilogram melalui pangkalan resmi dengan kewajiban menunjukkan identitas diri menyebabkan antrean panjang di berbagai daerah.
Menurut Jerry, kebijakan dan komunikasi publik yang tidak akurat menciptakan beban baru bagi masyarakat.
Ia meminta Presiden mengevaluasi koordinasi dan penyampaian informasi dalam kabinet, agar keputusan negara tidak dibangun dari laporan yang tidak sesuai realitas.



