Agus Partono: Prabowo Harus Segera Lakukan Reshuffle Sebelum Terlambat

Jakarta – Pengamat politik dan media sosial Agus Partono menyampaikan pandangannya saat diwawancarai wartawan di Jakarta, 4 Agustus 2026. Menurutnya, dinamika politik nasional semakin memanas dan menjadi tantangan serius bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Menurut Agus, kekuatan politik Presiden Prabowo saat ini menghadapi tekanan dari berbagai arah, baik dari faktor internal maupun eksternal. Ia menilai Presiden Prabowo masih dibayangi pengaruh politik Presiden ke-7 Joko Widodo, sementara di sisi lain Indonesia juga menghadapi tekanan dari kepentingan luar negeri yang mengincar potensi kekayaan nasional.

Agus menilai gaya kepemimpinan Joko Widodo berbeda. Menurutnya, Jokowi dikenal santun, lebih banyak bekerja daripada berbicara, serta memiliki strategi politik yang matang.

“Pak Jokowi memiliki insting politik yang sangat kuat. Ketika lawan politik baru menyusun satu langkah, beliau menurut saya sudah mengantisipasi jauh lebih banyak langkah ke depan. Itu yang membuat lawan politiknya sering kali kehilangan ruang gerak,” ujarnya.

Ia juga menafsirkan pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang pernah mengingatkan agar berhati-hati terhadap “Raja Jawa” sebagai simbol adanya kekuatan politik yang bekerja secara senyap.

Menurut Agus, hingga saat ini pengaruh politik Jokowi masih terasa karena banyak figur yang dinilai dekat dengannya masih berada di berbagai sektor pemerintahan maupun jaringan politik.

“Pengaruh politik Jokowi bukan hanya terlihat di PSI. Saya melihat salah satu kekuatan utamanya juga berada di Partai Golkar. Bahlil Lahadalia berkembang pada era Presiden Jokowi, mulai dari Menteri Investasi hingga menjadi Menteri ESDM dan kemudian memimpin Golkar. Itu menunjukkan adanya kekuatan politik yang dibangun secara sistematis,” katanya.

Agus menilai Bahlil merupakan salah satu simbol kekuatan politik yang mampu beradaptasi dalam berbagai situasi politik.

Ia juga berpendapat bahwa apabila terjadi gejolak di Partai Golkar sebagai partai besar di parlemen, dampaknya dapat meluas ke berbagai daerah. Selain itu, Agus menduga jaringan politik yang dibangun selama dua periode pemerintahan Jokowi juga masih memiliki pengaruh di berbagai partai politik.

Menurutnya, posisi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai putra Presiden ke-7 Joko Widodo turut menjadi bagian dari konfigurasi politik nasional saat ini.

Menutup pernyataannya, Agus menyarankan Presiden Prabowo segera melakukan evaluasi terhadap kabinet.

“Presiden Prabowo harus segera melakukan reshuffle kabinet. Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa evaluasi menyeluruh, saya khawatir hanya tinggal menunggu waktu hingga persoalan politik semakin membesar,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *