Pakar: Prabowo Diprediksi Tidak Akan Berpasangan dengan Gibran pada Pilpres 2029

Jakarta – Pakar politik Jerry Massie menilai Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) terlalu dini melakukan manuver politik yang dinilai mengarah pada dukungan terhadap pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk Pilpres 2029.

Dalam rilis yang disampaikan pada 28 Juni 2026, Jerry menyebut langkah Jokowi turun ke lapangan untuk mempromosikan Gibran dilakukan ketika tahapan kampanye belum dimulai.

Menurut Jerry, apabila Jokowi mempromosikan atau mengampanyekan pasangan Prabowo-Gibran untuk dua periode, maka hal itu berpotensi melanggar Undang-Undang Pemilu karena dilakukan sebelum Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan masa kampanye.

Selain itu, Jerry berpendapat langkah tersebut dapat merugikan citra Prabowo apabila dilakukan tanpa sepengetahuan atau persetujuan Prabowo sendiri.

“Ini bisa menjadi bom waktu dan justru merusak nama Prabowo,” ujarnya.

Jerry juga menilai aktivitas Jokowi lebih bertujuan untuk mendongkrak elektabilitas Partai Solidaritas Indonesia (PSI) agar lolos ambang batas parlemen.

Ia mengklaim pada Pemilu Legislatif sebelumnya PSI hanya memperoleh sekitar 2,9 persen suara sehingga tidak lolos ke DPR, sementara sejumlah survei terbaru, menurutnya, masih menunjukkan elektabilitas PSI berada di kisaran 2 persen.

Lebih lanjut, Jerry menyatakan Jokowi beberapa kali diduga melanggar aturan pemilu pada periode sebelumnya, termasuk terkait aktivitas kampanye dan pembagian bantuan sosial.

Menurutnya, pembagian sembako tidak menjadi persoalan apabila tidak dikaitkan dengan kepentingan partai politik. Namun, jika dilakukan dengan atribut atau kepentingan partai, hal tersebut dinilainya menimbulkan persoalan.

Di sisi lain, Jerry menyoroti pernyataan sejumlah kader Partai Gerindra, termasuk Ketua Komisi IV DPR, yang menyebut belum memikirkan Pilpres 2029 maupun komposisi pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Jerry meyakini Prabowo tidak akan kembali berpasangan dengan Gibran pada Pilpres 2029.
“Saya yakin Prabowo tidak akan berpasangan dengan Gibran. Prabowo membutuhkan wakil yang cerdas dan visioner,” katanya.

Menurut Jerry, terdapat sejumlah figur lain yang dinilainya lebih layak menjadi calon wakil presiden, di antaranya Purbaya Yudhi Sadewa, Amran Sulaiman, Agus Harimurti Yudhoyono, maupun kader-kader Partai Gerindra.

Selain itu, ia juga menyebut nama-nama ketua partai politik seperti Zulkifli Hasan, Muhaimin Iskandar, Puan Maharani, hingga Surya Paloh sebagai alternatif.

Menutup pernyataannya, Jerry meminta Jokowi tidak lagi mempromosikan pasangan Prabowo-Gibran.

Ia berpendapat langkah tersebut justru berpotensi merugikan Prabowo. Jerry juga menilai dorongan Jokowi terhadap Gibran didasari keinginan agar Gibran kelak menjadi presiden sehingga, menurut pandangannya, Jokowi tetap memiliki pengaruh dalam pemerintahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *