Jakarta – Bergabungnya mantan kader Partai NasDem, Ahmad Ali, ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai justru membawa dampak positif bagi NasDem. Hal ini disampaikan Direktur Politica and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, pada 20 April 2026.
Menurut Jerry, kepergian Ahmad Ali membuat internal NasDem menjadi lebih kondusif.
“NasDem justru makin adem dan tenang tanpa sosok yang berpotensi menjadi duri dalam partai. Jika Ahmad Ali masih bertahan, saya yakin NasDem bisa mengalami kekacauan,” ujar Jerry.
Ia juga menyinggung kemungkinan motif di balik kepindahan tersebut. Jerry menduga Ahmad Ali mencari “zona aman” terkait kasus dugaan TPPU yang sebelumnya sempat diselidiki KPK.
“Bisa saja dia mencari perlindungan dengan bergabung ke partai yang dekat dengan kekuasaan agar kasusnya aman,” katanya.
Jerry bahkan melontarkan kritik keras terhadap Ahmad Ali, menyebutnya sebagai sosok yang tidak loyal.
“Saya melihat Ahmad Ali sebagai tipikal pengkhianat. Sudah dibesarkan partai, tetapi kemudian berpindah. Ini seperti ‘kutu loncat’ dalam politik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jerry menilai bergabungnya Ahmad Ali dan Bestari Barus ke PSI tidak memberikan dampak signifikan terhadap elektabilitas partai tersebut. Berdasarkan survei Poltracking, PSI disebut hanya meraih sekitar 1,2 persen, jauh di bawah ambang batas parlemen sebesar 4 persen.
“Masuknya dua mantan kader NasDem ini tidak mampu mendongkrak suara PSI. Bahkan untuk mencapai 3 persen saja sulit, apalagi 4 persen sebagai syarat lolos ke parlemen,” ujarnya.
Ia pun menyimpulkan bahwa posisi PSI saat ini masih lemah dalam peta politik nasional.
“Ini menunjukkan partai tersebut belum cukup kuat dan belum menarik secara elektoral dalam kontestasi politik,” tutup Jerry.



