Porosdemokrasi — Sebuah unggahan dari akun Instagram presiden_netizen_official1 menuai sorotan luas dari warganet. Dalam unggahannya, akun tersebut menyinggung sejumlah kasus teror terhadap influencer, aktivis lingkungan, hingga aktivis KontraS yang disebut belum berhasil diungkap oleh aparat penegak hukum, Minggu, 15 Maret 2026.
Unggahan itu memicu gelombang komentar dari warganet yang mempertanyakan kinerja kepolisian dalam menangani kasus-kasus teror tersebut. Beberapa komentar bahkan menilai aparat lebih cepat menangani kasus lain dibandingkan dengan kasus yang berkaitan dengan intimidasi terhadap aktivis maupun tokoh publik.
Salah satu komentar menyebutkan bahwa pelaku teror terhadap influencer dan aktivis hingga kini belum tertangkap, sementara kasus lain yang bersifat sensasional dinilai lebih cepat diungkap. Kritik serupa juga muncul dari sejumlah pengguna yang menuntut transparansi dan keseriusan aparat dalam menindak pelaku teror.
Selain mempertanyakan kinerja aparat, sebagian warganet juga mendesak pemerintah dan presiden untuk memberikan perhatian serius terhadap kasus-kasus intimidasi tersebut. Mereka menilai penanganan yang tegas penting agar tidak menimbulkan spekulasi politik serta menjaga rasa aman bagi masyarakat, khususnya aktivis dan pekerja media.
Hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait unggahan tersebut maupun perkembangan terbaru penyelidikan kasus-kasus teror yang dimaksud.



