Porosdemokrasi — Kehadiran Hasan Nasbi dalam rapat terbatas kabinet yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Hambalang menjadi sorotan publik. Pasalnya, Hasan sebelumnya diketahui telah mengundurkan diri dari posisinya sebagai pendiri dan penggagas Presidential Communication Office (PCO).
Pengamat politik dan media sosial, Agus Partono, menilai kemunculan kembali Hasan dalam forum resmi pemerintahan menimbulkan tanda tanya di tengah publik.
Menurut Agus, situasi tersebut dapat memunculkan persepsi bahwa Presiden belum sepenuhnya mengambil langkah tegas terhadap sejumlah figur di lingkaran kekuasaannya.
Ia juga menilai dinamika di dalam pemerintahan saat ini memunculkan spekulasi bahwa pengaruh kekuasaan era Presiden ke-7, Joko Widodo, masih terasa dalam struktur kabinet.
“Publik akhirnya mempertanyakan sejauh mana keberanian Presiden Prabowo dalam menata ulang para pembantunya di kabinet,” kata Agus.
Agus menambahkan bahwa masyarakat berharap Presiden dapat mengevaluasi pejabat yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat. Menurutnya, jika persoalan tersebut dibiarkan, hal itu berpotensi menjadi beban politik bagi pemerintahan sendiri.
Ia juga mengingatkan bahwa para pejabat negara digaji dari pajak rakyat, sehingga pemerintah seharusnya memastikan kebijakan dan sikap politiknya tetap berpihak pada kepentingan publik.
“Jika kritik dari masyarakat justru dianggap sebagai ancaman, maka ruang aspirasi publik akan semakin sempit,” ujarnya.
Sementara itu, rapat terbatas yang digelar di Hambalang, Senin malam (9/3/2026), berlangsung di kediaman pribadi Presiden Prabowo. Dalam pertemuan tersebut, Presiden memimpin diskusi bersama sejumlah menteri dan pejabat strategis dalam format forum meja bundar.
Beberapa pejabat yang hadir antara lain para menteri koordinator, Menteri Pertahanan, Menteri Keuangan, Menteri ESDM, Menteri ATR/BPN, Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet, serta unsur pimpinan militer.
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, baik yang berkaitan dengan situasi global maupun agenda nasional pemerintah ke depan. Namun, kehadiran kembali Hasan Nasbi dalam forum itu tetap menjadi salah satu sorotan yang memicu spekulasi mengenai arah komunikasi pemerintahan.



