Porosdemokrasi.com Jakarta – Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (FORMAPPI), Lucius Karus, melontarkan kritik keras terhadap kepemimpinan Ketua DPR RI Puan Maharani. Menurutnya, dalam berbagai keputusan strategis DPR belakangan ini, peran Puan semakin tidak terlihat, sementara Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad justru tampil sebagai figur yang paling dominan menyampaikan sikap lembaga kepada publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Lucius dalam podcast KEADILAN TV yang tayang pada 24 Februari 2026.
Lucius menilai dominasi Dasco dalam berbagai pengumuman penting DPR memperlihatkan adanya pergeseran pusat kendali di lembaga legislatif.
“Belakangan ini, dalam setiap keputusan penting yang diambil DPR, selalu ada Pak Dasco yang menyampaikan kepada publik. Bahkan Ibu Puan ada di sampingnya. Ibu Puan nyaris hanya menjadi dekorasi di kursi pimpinan DPR. Dalam banyak hal, yang sepertinya memegang kendali adalah Pak Dasco,” ujar Lucius.
Dalam kesempatan yang sama, Lucius juga mengkritik keputusan DPR menunjuk Ahmad Sahroni sebagai Wakil Ketua DPR. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan DPR mengabaikan kritik publik yang sebelumnya sempat mencua
“Penunjukan Sahroni sebagai Wakil Ketua DPR seperti cara DPR mengolok-olok publik. Seolah DPR ingin menunjukkan bahwa rakyat bukan siapa-siapa. Demonstrasi yang dulu dilakukan masyarakat seperti dianggap sudah selesai dan tidak lagi berarti,” katanya.
Lucius juga menyoroti konfigurasi politik DPR yang didominasi koalisi besar. Menurut penilaiannya, kondisi tersebut membuat fungsi pengawasan parlemen terhadap pemerintah melemah dan justru memperkuat posisi eksekutif.
“DPR memberikan jalan yang lapang kepada eksekutif yang ingin berkuasa secara otoriter. Koalisi yang sangat gemuk menjadi instrumen bagi penguasa untuk mengendalikan DPR,” ujar Lucius.
Ia juga menyinggung sikap PDI Perjuangan yang dinilainya tidak menunjukkan kegelisahan di ruang publik terhadap berbagai dinamika politik di DPR.
“Kalau tidak pernah menunjukkan kegelisahan di ruang publik, artinya nyaman. Dan itu yang kita saksikan dengan PDIP sekarang,” ucapnya.
Pernyataan Lucius Karus tersebut merupakan pandangan pribadi yang disampaikan dalam podcast KEADILAN TV sebagai bentuk kritik terhadap dinamika kepemimpinan DPR RI dan relasi antara lembaga legislatif dengan pemerintah. Hingga rilis ini disusun, belum terdapat tanggapan resmi dari Ketua DPR RI Puan Maharani, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, maupun PDI Perjuangan atas pernyataan tersebut.



