Jakarta – Pengamat politik dan media sosial Agus Partono menilai polemik pengangkatan sejumlah wakil menteri sebagai komisaris BUMN telah memicu kritik luas dari masyarakat. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap Kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Dalam keterangannya kepada wartawan pada Jumat (3/7/2026), Agus menyebut sebagian masyarakat menilai masih banyak figur yang dianggap memiliki kedekatan dengan mantan Presiden Joko Widodo atau yang kerap disebut sebagai “Geng Solo” menduduki posisi strategis di kabinet maupun BUMN.
“Penilaian publik yang berkembang adalah Presiden Prabowo belum menunjukkan ketegasan dalam menentukan arah pemerintahannya sendiri. Program-program yang dijalankan juga dinilai masih merupakan kelanjutan dari pemerintahan sebelumnya,” ujar Agus.



Agus juga mengatakan muncul desakan dari berbagai kalangan agar Presiden Prabowo mengevaluasi pejabat BUMN yang dinilai memiliki afiliasi politik tertentu serta meninjau kembali praktik rangkap jabatan di lingkungan pemerintahan dan BUMN.
Menurutnya, Presiden perlu membuktikan komitmennya terhadap prinsip profesionalisme dan meritokrasi sebagaimana yang pernah disampaikan kepada publik.


Selain itu, Agus mengingatkan para pimpinan politik di DPR RI agar tidak merespons kritik masyarakat secara berlebihan. Ia juga mengemukakan dugaan adanya mobilisasi massa untuk menggelar aksi tandingan yang mendukung pemerintah. Namun, dugaan tersebut perlu dibuktikan dengan fakta dan bukti yang dapat diverifikasi.


“Rakyat menunggu keberanian Presiden Prabowo untuk mengambil keputusan secara independen apabila benar-benar ingin menunjukkan bahwa pemerintahannya tidak berada di bawah bayang-bayang pemerintahan sebelumnya,” katanya.







