Suara Akar Rumput Desak Reshuffle Kabinet Prabowo, Soroti Dominasi “Geng Solo”

Jakarta – Gelombang aspirasi dari masyarakat akar rumput mulai menguat, menuntut adanya perombakan (reshuffle) kabinet Presiden Prabowo Subianto. Suara tersebut mencuat dalam berbagai ruang diskusi publik, mulai dari kalangan tukang ojek pangkalan, pengemudi ojek online, tukang parkir, hingga para pedagang pasar.

Dalam sejumlah perbincangan, masyarakat menyoroti dominasi kelompok yang kerap disebut sebagai “Geng Solo” di lingkaran kabinet. Mereka menilai dominasi tersebut berpotensi mengganggu stabilitas nasional dan memunculkan berbagai persoalan akibat informasi yang dianggap tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan,  Jakarta 9 April 2026.

“Selama ‘Geng Solo’ masih mendominasi kabinet, situasi nasional akan terus tidak stabil karena ada pembusukan dari dalam,” ungkap salah satu peserta diskusi masyarakat.

Masyarakat juga menilai bahwa sejumlah pembantu presiden diduga memberikan laporan yang tidak sesuai dengan realitas. Di media, kondisi sering digambarkan aman dan terkendali, namun di lapangan masyarakat masih menghadapi berbagai kesulitan, seperti kelangkaan gas LPG 3 kilogram serta maraknya aktivitas tambang ilegal yang disebut-sebut telah ditertibkan, tetapi faktanya masih banyak ditemukan dan bahkan memicu bencana banjir.

Warga menegaskan bahwa kecintaan terhadap Presiden Prabowo tetap kuat. Namun, mereka berharap presiden tidak hanya bergantung pada laporan para pembantunya, melainkan juga mendengar langsung suara rakyat.

“Sebagai masyarakat bawah, kami hanya ingin pemerintah berkata jujur dan mampu melakukan antisipasi ke depan. Jangan sampai kebohongan menjadi bom waktu yang memicu kebohongan baru,” demikian aspirasi yang berkembang dalam diskusi tersebut.

Agus, seorang pengemudi ojek pangkalan di kawasan Kalideres, menilai sudah saatnya Presiden Prabowo melakukan pergantian menteri.

“Presiden sebaiknya melakukan reshuffle. Bahkan kalau perlu membuat petisi untuk mengetahui suara rakyat, karena kepercayaan masyarakat mulai terkikis oleh para pembantu presiden,” ujarnya.

Sementara itu, Shadi, seorang pedagang ikan di pasar, menyoroti peran Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia menilai kontribusi wakil presiden belum terlihat signifikan dalam membantu tugas-tugas presiden, terutama di tengah berbagai isu nasional dan internasional.

“Ketika presiden sibuk menghadapi berbagai persoalan, termasuk isu geopolitik seperti konflik Iran–Israel, wakil presiden justru lebih sering melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah, yang seharusnya dapat menjadi ranah kementerian terkait,” kata Shadi.

Sebagian masyarakat juga berpendapat bahwa penyederhanaan pengaruh “Geng Solo” di kabinet dapat membantu presiden lebih fokus dalam menjalankan pemerintahan tanpa bayang-bayang kepemimpinan sebelumnya. Aspirasi ini mencerminkan meningkatnya perhatian publik terhadap arah dan kinerja pemerintahan saat ini.

Meski demikian, para pengamat menilai bahwa reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden yang biasanya dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja dan kebutuhan strategis pemerintahan.

Gelombang aspirasi dari masyarakat akar rumput ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik, meningkatkan transparansi, serta memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan rakyat. Harapan besar tetap disematkan kepada Presiden Prabowo untuk membawa stabilitas dan kesejahteraan bagi Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *