porosdemokrasi, Jakarta – Bagi Saskia Chadwick, Korea Selatan lama hadir sebagai gema—hidup di antara alunan lagu, cahaya layar drama, dan potongan budaya pop yang setia menemani hari-harinya.
Negeri itu bukan tujuan, melainkan rasa: sesuatu yang dikagumi dari kejauhan, disimpan diam-diam sebagai mimpi yang terlalu indah untuk diucapkan. Hingga suatu hari, mimpi itu memanggilnya pulang dalam wujud yang tak terduga: sebuah film.
TOLONG SAYA! (DOWAJUSEYO) menjadi jembatan antara angan dan kenyataan.
Film horor kolaborasi Indonesia–Korea ini mempertemukan dua budaya, dua bahasa, dan dua cara memandang ketakutan dalam satu tarikan napas sinema. Di sanalah Saskia berdiri—bukan lagi sebagai penonton setia budaya Korea, melainkan sebagai pemeran utama yang menghidupkan cerita, menjejak tanah yang selama ini hanya ia kenal dari layar kaca.
Perjalanan ini menandai babak baru dalam kariernya. Setelah bertahun-tahun menapaki genre horor Indonesia, termasuk melalui Jalan Pulang, Saskia kini melampaui batas-batas yang dulu terasa mapan. Kamera membawanya ke ruang kerja yang asing namun disiplin, ke ritme produksi yang ketat, ke tuntutan profesionalisme yang tak memberi ruang bagi setengah hati.
TOLONG SAYA! (DOWAJUSEYO) bukan sekadar film, melainkan medan belajar—tentang ketahanan, tentang adaptasi, tentang keberanian berdiri sejajar di ekosistem sinema yang telah lama diakui dunia.
Dalam film ini, Saskia menjelma Tania, seorang perempuan yang rapuh sekaligus keras kepala, terjebak dalam pusaran luka batin dan teror yang tumbuh di antara perbedaan budaya. Peran itu menguras lebih dari sekadar tenaga; ia menuntut kesanggupan untuk meresapi kesunyian, menahan rasa takut, dan mengubah kegelisahan menjadi bahasa tubuh yang jujur.
Syuting di Korea bukan hanya soal berpindah lokasi, melainkan soal menguji batas diri—sejauh mana mimpi layak diperjuangkan dengan kerja keras.
Di titik inilah realitas menuntut pembuktian. Saskia tidak hadir sebagai tamu yang singgah, tetapi sebagai poros cerita yang memikul beban emosi film. Ia berdiri di tengah persimpangan dua budaya, membawa karakter yang harus hidup dan bernapas dengan meyakinkan. Dari sanalah lahir pengakuan baru: bahwa dirinya telah melampaui label semata sebagai aktris horor lokal, menjelma talenta yang siap melangkah ke panggung yang lebih luas.
Diproduksi oleh Heart Pictures, TOLONG SAYA! (DOWAJUSEYO) menjadi penanda bahwa mimpi, jika dirawat dengan kesetiaan dan keberanian, akan menemukan jalannya sendiri. Bagi Saskia Chadwick, Korea Selatan kini bukan lagi sekadar bayangan atau playlist kenangan. Ia telah menjadi jejak nyata dalam perjalanan karier—sebuah langkah sunyi namun pasti menuju masa depan yang lebih terbuka.
Dan ketika lampu bioskop menyala, kisah itu akan kembali dipertontonkan. Saksikan Saskia Chadwick sebagai Tania dalam TOLONG SAYA! (DOWAJUSEYO), mulai 29 Januari 2026. Sebuah mimpi yang akhirnya berani menatap cahaya.(Stn)



