Jakarta – Pengamat Politik dan Ekonomi Heru Subagia menilai terlalu naif jika kritik terhadap pemerintah saat ini selalu dikaitkan dengan kontestasi Pilpres 2024. Pernyataan itu disampaikan merespons polemik yang menyeret mantan Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, yang belakangan dikaitkan dengan PDIP.
Heru mengaku sependapat dengan Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo yang menegaskan bahwa kritik kepada pemerintah seharusnya dijawab dengan data dan argumentasi, bukan pelabelan politik.
Menurut Heru, berbagai spekulasi mengenai afiliasi politik Tiyo memang berkembang di ruang publik. Namun, hal tersebut tidak serta-merta menjadi dasar untuk menghubungkan setiap kritik terhadap pemerintah dengan dukungan politik pada Pilpres lalu.
Ia menegaskan kritik merupakan bagian penting dari demokrasi dan harus dihormati sebagai hak warga negara. Heru juga berharap Tiyo tetap menjaga independensi sebagai aktivis mahasiswa dan tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis.



