Porosdemokrasi.com – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, menyatakan Presiden Prabowo Subianto selalu mengedepankan azas manfaat dalam mengambil langkah dan kebijakan termasuk terkait kunjungan luar negeri ke Prancis baru-baru ini
“Pasti azas manfaat menjadi sesuatu yang utama bagi presiden dalam mengambil langkah-langkah termasuk soal keluar negeri. Manfaat itu dalam pengerjaan untuk bangsa dan negara,” kata Qodari di Wisma Danantara, Minggu (31/5).
Qodari menjelaskan, kunjungan ke Prancis telah direncanakan sejak lama dan mencakup berbagai pembahasan kerja sama strategis.
“Tadi kan saya sudah sampaikan ya, poin-poin bahwa sebetulnya kalau Perancis itu sudah lama perencanaannya dan ada banyak aspek kerjasama yang dibahas di sana, mulai dari alutsista sampai ke logam jarang,” ujarnya.
Qodari juga menyoroti hubungan baik Presiden Prabowo Subianto dengan para pemimpin dunia. Menurutnya, hal tersebut menjadi kelebihan yang dapat mendukung kepentingan nasional Indonesia.
“Kemudian ya ditambahkan lagi bahwa memang hubungan antara Pak Prabowo dengan para pemimpin dunia ini kan hubungannya kan bagus ya dan itu merupakan salah satu kelebihan dari Pak Prabowo yang patut kita syukuri karena ketika kita memerlukan dukungan dalam hal-hal yang sifatnya krusial, hal tersebut bisa kita dapatkan. Sementara negara lain kan belum tentu bisa mendapatkan itu,” tutur Qodari.
Ia menegaskan, pemerintah meyakini kunjungan Presiden ke Prancis akan memberikan manfaat besar dan signifikan bagi Indonesia.
“Kembali lagi, bagaimana kemudian azas kemanfaatan yang dibawa itu kan juga harus dipertimbangkan atau diperhitungkan. Dan kita yakin bahwa apa yang bisa diperoleh dari kunjungan dari Prancis kemarin itu memang betul-betul bisa besar dan signifikan,” kata dia.
Untuk diketahui, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba kembali di Tanah Air usai melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Prancis. Pesawat yang membawa Prabowo mendarat di Lanasan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu (30/5) pukul 09.50 WIB.
Kunjungan Prabowo ke Prancis menghasilkan sejumlah capaian penting dalam penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Prancis. Dalam rangkaian agenda kenegaraan tersebut, kedua negara memperkuat kerja sama di berbagai bidang strategis, termasuk ekonomi, investasi, perdagangan, dan pertahanan.
Salah satu capaian utama kunjungan tersebut adalah peluncuran France–Indonesia High Level Business Council yang mempertemukan para pemimpin dunia usaha kedua negara. Forum tersebut turut menghasilkan sejumlah kesepakatan komersial baru yang diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Momentum peluncuran dewan bisnis tersebut menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai USD 3,5 miliar atau Rp 61,25 triliun (asumsi kurs Rp 17.500/USD) yang difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
Selain agenda kenegaraan, Prabowo juga menyempatkan diri bertemu dan bersilaturahmi dengan diaspora Indonesia di Paris, termasuk melaksanakan Salat Iduladha bersama masyarakat Indonesia.



