Tekanan Publik Lesu soal Reshuffle, Agus: Bukan Puas, Tapi Rakyat Mulai Lelah

Porosdemokrasi – Forum Penggiat Media Sosial dan Lingkungan Indonesia melalui ketua umumnya, Agus, menilai sorotan terhadap isu perombakan kabinet kini tidak lagi sekuat sebelumnya. Kepada wartawan, Selasa (24/2/2026), ia menyebut meredupnya tekanan publik bukan karena masyarakat telah merasa cukup, melainkan karena mulai diselimuti kelelahan dan kejenuhan.

Menurut Agus, sebagian publik masih memandang perlu adanya evaluasi terhadap sejumlah pembantu Presiden Prabowo Subianto yang dianggap belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat.

Namun dorongan tersebut dinilai belum memperoleh respons yang sesuai harapan. Di saat yang sama, ia melihat Presiden cenderung mengambil pendekatan hati-hati dengan menjaga stabilitas politik menjelang 2029.

“Publik sebenarnya masih menginginkan perubahan, tetapi energi untuk terus menekan pemerintah mulai menurun karena muncul anggapan upaya tersebut belum membuahkan hasil,” ujar Agus.

Ia menambahkan, fokus pemerintah terlihat lebih condong pada agenda politik jangka panjang dibanding merespons aspirasi masyarakat yang menghendaki evaluasi kinerja sejumlah menteri. Situasi ini, kata dia, perlahan menumbuhkan pesimisme di tengah publik.

Gelombang aspirasi di media sosial seperti Instagram dan Facebook memang masih ada, lanjut Agus, namun belum menunjukkan dampak signifikan terhadap arah kebijakan. Akibatnya, sebagian masyarakat mulai mempertanyakan sejauh mana suara mereka benar-benar diperhitungkan.

Meski demikian, Agus mengingatkan bahwa stabilitas politik dan keterbukaan terhadap kritik seharusnya berjalan beriringan. Menurutnya, menjaga kepercayaan publik tidak cukup hanya dengan merawat stabilitas, tetapi juga dengan menunjukkan kesediaan untuk mendengar dan mengevaluasi diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *