Ilham Pangestu Semprot Tiga Menteri di Raker Komisi IV: “Jangan ke Aceh Cuma Selfie dan Bagi Bansos!

Poros Demokrasi Jakarta — Suasana Rapat Kerja Komisi IV DPR RI dengan pemerintah memanas ketika Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ilham Pangestu, melontarkan kritik keras kepada tiga menteri yang hadir, yakni Menteri Pertanian, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, terkait lambannya penanganan pemulihan pascabencana di Aceh.

Di hadapan para menteri, Ilham memuji langkah Presiden Prabowo Subianto yang berkali-kali meninjau langsung Aceh dan menunjukkan komitmen terhadap rakyat. Namun ia menegaskan, arahan Presiden agar pejabat tidak sekadar datang untuk foto-foto dan seremoni harus benar-benar dijalankan, ungkap ilham dikomplek senayan 14 Januari 2026.

“Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo yang berulang kali datang ke Aceh. Tapi tolong, pejabat dan para menteri yang datang ke Aceh jangan hanya selfie-selfie dan bagi-bagi bansos. Rakyat butuh kerja nyata, bukan seremoni,” tegas Ilham dengan nada tinggi.

Ilham menyoroti kunjungan Kementerian Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ke Langsa yang dinilai tidak maksimal. Menurutnya, masyarakat berharap penanganan serius atas kerusakan tambak dan sektor kelautan, namun yang terlihat justru hanya kegiatan pembagian bantuan sosial.

Tak berhenti di situ, ia juga mengkritik keras Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Raja Juli Antoni yang dianggap gagal menjaga kawasan hutan, sehingga pembalakan liar marak dan memperparah dampak banjir di Aceh.

“Ini akibat hutan tidak dijaga dengan baik. Pengawasan lemah, patroli jarang, ilegal logging dibiarkan. Dampaknya rakyat yang menanggung,” ujar Ilham.

Pada sektor pertanian, ia menegaskan kondisi semakin berat. Harga pangan bergejolak, lahan tertutup lumpur, irigasi rusak, dan proses pemulihan diperkirakan memakan waktu panjang. Sementara itu, masyarakat yang dipindahkan ke hunian sementara harus hidup jauh dari kebun dan sumber penghasilan mereka.

“Bagaimana rakyat mau pulih kalau ekonomi mereka lumpuh? Lahan rusak, kebun hancur, irigasi tertutup lumpur. Ini butuh tindakan cepat, bukan janji,” katanya.

Ilham menegaskan pemerintah harus melakukan percepatan pemulihan Aceh secara serius, bukan hanya menghadirkan program seremonial.

“Sudahlah, jangan lagi datang hanya bagi bansos. Yang dibutuhkan percepatan pembangunan, pemulihan tambak, kebun, dan irigasi. Jika perlu penambahan anggaran, saya setuju. Tapi eksekusinya harus nyata. Presiden sudah jelas memerintahkan kerja, bukan seremoni,” tutup Ilham dengan tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *