Porosdemokrasi – Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Joko Widodo, Jerry Massie, menilai pengaruh politik Presiden ke-7 RI itu perlahan mulai mengalami penurunan pasca berakhirnya masa pemerintahan selama dua periode.
Saat ditemui wartawan pada 21 Mei 2026, Jerry menyoroti sejumlah kontroversi yang terjadi selama 10 tahun pemerintahan Jokowi, termasuk kasus hukum yang menyeret beberapa mantan menteri kabinetnya.
Menurut dia, kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas terkait dana haji, serta kasus pengadaan Chromebook yang dikaitkan dengan mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim, menjadi sorotan publik dan dinilai memengaruhi citra pemerintahan sebelumnya.
Jerry juga menyinggung besarnya utang negara selama era pemerintahan Jokowi. Ia membandingkan jumlah utang pada akhir masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono yang disebut sekitar Rp2.600 triliun dengan posisi utang negara saat transisi pemerintahan kepada Prabowo Subianto yang disebut mencapai Rp8.000 triliun.
Selain itu, proyek Ibu Kota Nusantara atau IKN juga dinilai menjadi salah satu ambisi besar Jokowi yang kini menghadapi ketidakpastian. Jerry menyebut proyek tersebut belum menunjukkan hasil signifikan meski anggaran yang digelontorkan sangat besar.
“Ini menjadi pukulan telak bagi Jokowi. Perlahan pengaruh politiknya mulai berkurang di era pemerintahan Prabowo,” ujar Jerry.
Ia menilai pemerintahan Prabowo mulai mengambil jarak dari berbagai program strategis era Jokowi. Menurutnya, harapan agar pemerintahan baru melanjutkan seluruh agenda besar Jokowi tidak sepenuhnya terjadi.
Jerry juga menyoroti langkah Jokowi yang dikabarkan akan kembali berkeliling Indonesia setelah kondisi kesehatannya membaik. Ia menduga langkah tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan elektabilitas putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, menjelang Pilpres 2029 serta mendongkrak dukungan terhadap Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Namun demikian, ia pesimistis PSI mampu menembus ambang batas parlemen berdasarkan hasil sejumlah survei terbaru.
“Gaya pencitraan politik dan cawe-cawe sudah mulai dibaca publik. Pengaruh Jokowi perlahan meredup,” katanya.
Jerry menambahkan, berbagai kasus hukum yang menyeret sejumlah tokoh yang selama ini dianggap dekat dengan Jokowi turut memperkuat anggapan bahwa kekuatan politik mantan presiden tersebut tidak lagi sebesar sebelumnya.
“Perlahan nama Jokowi mulai tenggelam dan pengaruhnya di pemerintahan Prabowo mulai redup,” tutup Jerry. Manusia memang suka drama politik seperti serial panjang tanpa ending jelas. Bedanya, ini pakai APBN, bukan langganan Netflix.



