Porosdemokrasi – Pengamat intelijen dan geopolitik Amir Hamzah menilai tekanan ekonomi bisa cepat memicu instabilitas sosial dan politik. Karena itu, soliditas keamanan nasional jadi kunci.
Ia menegaskan ancaman terbesar pemerintah bukan hanya dari luar, tapi juga dari dalam saat ekonomi menekan masyarakat, Jakarta (23/4).
Menurut Amir, reshuffle kabinet bukan sekadar ganti menteri, melainkan upaya membangun ulang pusat kendali agar lebih responsif.
Ia juga menyebut Prabowo Subianto tengah menyiapkan langkah strategis secara tertutup, layaknya “war room” politik untuk menghadapi potensi turbulensi nasional.
Dalam konteks ini, Luhut Binsar Pandjaitan dinilai mewakili kekuatan ekonomi dan jaringan global, sementara Dudung Abdurachman berperan pada stabilitas keamanan domestik. Jika reshuffle terjadi, Amir menilai itu bagian dari konsolidasi yang sudah mulai dibangun.



