Poros Demokrasi – Tambang emas PT Aneka Tambang (Antam) di Gunung Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan publik usai insiden munculnya kepulan asap beracun di lubang tambang. Peristiwa ini terjadi pada Selasa (13/1/2026) dini hari dan memicu evakuasi total pekerja tambang.
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, asap terdeteksi di lubang tambang Blok Cepu sekitar pukul 00.30 WIB. Pihak Antam langsung melakukan penanganan cepat sesuai prosedur keselamatan.
“Begitu terdeteksi, langsung dilakukan langkah pengamanan dan evakuasi,” ujar Wikha, Rabu (14/1/2026).
Kadar Gas CO Sangat Tinggi
Hingga Rabu sore, tim Antam belum dapat menembus titik sumber asap. Penyebabnya, kadar gas karbon monoksida (CO) di dalam tambang masih berada di level berbahaya.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkapkan, saat kejadian malam hari, kadar CO sempat mencapai 1.200 ppm. Padahal, ambang batas aman hanya berada di angka 25 ppm.
“Menjelang Maghrib memang sudah turun ke sekitar 100, tapi masih belum aman untuk dimasuki,” jelas Rudy.
Polisi Selidiki Penyebab Insiden
Polisi masih mendalami penyebab munculnya asap tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan aktivitas penambangan ilegal di sekitar kawasan tambang Antam Pongkor.
Meski demikian, Kapolres Bogor menegaskan tidak ada ledakan seperti isu yang ramai beredar di media sosial.
“Tidak ada ledakan di area pertambangan Pongkor,” tegas Wikha.
Tidak Ada Korban Jiwa
Pemerintah daerah dan PT Antam memastikan insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka. Seluruh karyawan berhasil dievakuasi dengan aman.
“Alhamdulillah tidak ada satu pun karyawan Antam yang menjadi korban,” kata Bupati Rudy.
Antam Tegaskan Isu 700 Orang Terjebak Hoaks
PT Antam secara tegas membantah kabar adanya 700 orang terjebak di dalam tambang. Corporate Secretary PT Antam, Wisnu Danandi, menyebut informasi tersebut sebagai hoaks.
“Tidak ada ledakan dan tidak ada ratusan orang terjebak. Informasi itu tidak benar,” ujar Wisnu.
Ia menjelaskan, video yang beredar merupakan dokumentasi penanganan teknis yang telah diantisipasi melalui sistem ventilasi dan pengamanan area tambang.
Bupati Bogor turut meluruskan bahwa angka “700” yang beredar bukan jumlah korban, melainkan istilah level atau portal kerja di dalam tambang.
“Yang dimaksud adalah level 700, bukan 700 orang terjebak,” pungkasnya.



